BEKERJA HALAL DAN MENCARI ILMU SYAR’I
*BEKERJA HALAL DAN MENCARI ILMU SYAR’I*
أدب الدنيا والدين : فَلَيْسَ كُلُّ الزَّمَانِ زَمَانَ اكْتِسَابٍ . وَلَا بُدَّ لِلْمُكْتَسِبِ مِنْ أَوْقَاتِ اسْتِرَاحَةٍ ، وَأَيَّامِ عُطْلَةٍ .
“Tidaklah semua waktu adalah waktu bekerja (untuk mencari rizki halal). Bagi orang yang bekerja harus memiliki waktu-waktu istirahat dan hari-hari libur”
وَمَنْ صَرَفَ كُلَّ نَفْسِهِ إلَى الْكَسْبِ حَتَّى لَمْ يَتْرُكْ لَهَا فَرَاغًا إلَى غَيْرِهِ ، فَهُوَ مِنْ عَبِيدِ الدُّنْيَا ، وَأُسَرَاءِ الْحِرْصِ .
“Barang siapa memforsir seluruh jiwa raganya untuk bekerja, sehingga ia tidak menyisakan untuk dirinya waktu kelonggaran untuk aktifitas yang lain yang bermanfaat, maka ia adalah sebagian dari budak-budak dunia dan tahanan penjara sifat rakus”
وَقَدْ رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { لِكُلِّ شَيْءٍ فَتْرَةٌ ، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إلَى الْعِلْمِ فَقَدْ نَجَا ).
“Setiap sesuatu memiliki fatroh (waktu istirahat). Oleh karena itu barang siapa yang fatrohnya (waktu istirahatnya) unyuk mencari ilmu syar’i, maka ia benar-benar selamat”
وَرُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : { كُونُوا عُلَمَاءَ صَالِحِينَ ، فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا عُلَمَاءَ صَالِحِينَ فَجَالِسُوا الْعُلَمَاءَ وَاسْمَعُوا عِلْمًا يَدُلُّكُمْ عَلَى الْهُدَى ، وَيَرُدُّكُمْ عَنْ الرَّدَى).
“Jadilah kalian semua ulama’ yang sholih. Kemudian jika kalian tidak bisa menjadi ulama’ yang sholih, maka duduklah bersama ulama’ dan dengarkanlah ilmu syar’i yang menuntun kalian pada petunjuk yang benar dan menghindarkan kalian dari kerusakan/kesesatan”
Komentar
Posting Komentar