AMAL MABARROT MEMBANGUN MAJELIS ILMU**UNTUK THOLABUL ILMI DAN NASYRUL ILMI WADDIN
*AMAL MABARROT MEMBANGUN MAJELIS ILMU*
*UNTUK THOLABUL ILMI DAN NASYRUL ILMI WADDIN*
*1. Pahala membantu dengan tenaga dan harta*
مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فَقَدْ غَزَا. (رواه البخاري ومسلم)
“Barang siapa mempersiapkan orang yang berperang (ghozi), maka ia benar-benar berperang”
أَيْ هَيَّأَ لَهُ أَسْبَابَ سَفَرِهِ وَمَا يَحْتَاجُ إلَيْهِ مِمَّا لَا بُدَّ مِنْهُ . قَوْلُهُ : ( فَقَدْ غَزَا) قَالَ ابْنُ حِبَّانَ : مَعْنَاهُ أَنَّهُ مِثْلُهُ فِي الْأَجْرِ وَإِنْ لَمْ يَغْزُ حَقِيقَةً . (نيل الأوطار -ج 12 / ص 2)
“Mempersiapkan untuk orang yang berperang beberapa sebab kepergiannya dan sesuatu yang ia butuhkan dari golongan hal-hal yang menjadi keharusan. (Hadits Nabi saw. yang artinya: Maka orang yang mempersiapkan itu benar-benar bereparang) Ibnu Hibban berkata: Maknanya sesungguhnya ia seperti orang yang berperang dalam segi pahala walaupun ia tidak berperang secara hakiki)”
*2. Pilihan menjadi guru, murid, mustami’ atau muhib*
قَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : اُغْدُ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ الْخَامِسَ فَتَهْلِكَ.
“Jadilah orang ‘alim (mu’allim/guru ilmu syar’i), muta’allim (murid yang menuntut ilmu syar’i), mustami’ (pendengar ilmu syar’i) atau muhib (orang yang mencintai salah satu dari tiga orang tersebut) dan jangan menjadi orang kelima (orang yang membenci ilmu dan ahli ilmu syar’i), maka akibatnya kamu akan rusak”
*1) ‘Alim* (mu’allim) adalah guru ilmu syar’i yang semangat dalam nasyrul ilmi dan memberikan manfaat (ifadah) orang lain dengan ilmu syar’i.
*2) Muta’allim* (murid) adalah orang yang belajar (istifadah) ilmu syar’i walaupun memerlukan rihlah (bepergian) pada guru, walaupun tempatnya jauh secara hukum wajib untuk belajar ilmu yang wajib dan berhukum sunnah untuk ilmu yang sunnah. Nabi Musa a.s melakukan rihlah pada nabi Khadlir untuk mendapatkan tambahan ilmu yang tidak wajib.
وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيْلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوْا بِأَحْسَنِهَا سَأُرِيْكُمْ دَارَ الْفَاسِقِيْنَ [الأعراف: 145 ]
“Dan Kami (Allah) telah tuliskan untuk Musa dalam lauh-lauh (kitab at-Taurat) segala sesuatu (urusan agama) sebagai pelajaran dan penjelasan, yaitu untuk segala hal; maka (Kami berfirman), “Maka pegangilah lauh-lauh itu dengan sungguh-sungguh dan perintahlah kaummu berpegang dengan sebaik-baiknya, Aku (Allah) akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik (Fir’aun dan kaumnya di negeri Mesir untuk i’tibar/mengambil pelajaran dengan mereka”
*3) Mustami’* adalah pendengar ilmu syar’i.
*4) Muhib* adalah orang yang mencintai pada orang alim. Muta’allim atau mustami’.
*5) Al-Khamis* adalah orang kelima yang bersifat membenci ilmu syar’i dan ahli ilmu. Dia ini orang yang rusak.
Komentar
Posting Komentar