ALLAH MAHA ESA/WAHID

*ALLAH MAHA ESA/WAHID*

*1. Surat al-Ikhlash ayat 1-4 tentang Allah maha ahad.*
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) 
“Katakanlah Dia adalah Allah dzat yang maha ahad (esa /tidak ada dzat lain yang menyamai sama sekali pada-Nya dalam dzat-Nya, sifat-sifat-Nya dan beberapa pekerjaan-Nya)”
اللَّهُ الصَّمَدُ (2) 
“Allah itu dzat yang menjadi tujuan dalam semua hajat dalam selamanya”
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) 
“Allah tidak melahirkan (karena tidak berjenis kelamin) dan tidak dilahirkan (karena tidak bersifat huduts/baru)”
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4) 
“Tidak ada satupun makhluk itu kufu (menyamai) pada-Nya”

*2. Surat al-Baqoroh ayat 163 tentang Ilah Wahid.*
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ [ البقرة: 163 ] 
“Tuhan kamu semua adalah tuhan yang wahid (esa/tidak ada sama sekali dzat lain  yang menyamai pada-Nya dalam dzat-Nya dan sifat-sifat-Nya). Tidak ada tuhan yang wajib disembah secara haq kecuali Dia yang maha rahman rahim”
{ إله واحد } لا نظير له في ذاته ولا في صفاته . (المحلي والسيوطي ، تفسير الجلالين) 
 .
*3. Surat an-Nahl ayat 22 tentang Ilah Wahid.*
إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآَخِرَةِ قُلُوبُهُمْ مُنْكِرَةٌ وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَ  [ النحل: 22 ] 
“Tuhan kalian semua adalah tuhan yang maha wahid (esa/tidak ada dzat lain yang menyamai sama sekali bagi-Nya dalam dzat-Nya dan sifat-sifat-Nya. Yaitu Allah Ta’aalaa). Maka orang-orang yang tidak beriman dengan akhirat itu hati mereka mengingkari (menentang sifat wahdaniyah Allah) dan mereka orang-orang yang sombong (dari iman dengan akhirat”
{ إله واحد } لا نظير له في ذاته ولا في صفاته وهو الله تعالى  (المحلي والسيوطي ، تفسير الجلالين) 

*4. Nadhom Jauharatut Tauhid tentang sifat wahdaniyah.*
قِيَامُـهُ بِالنَّفْـسِ  وَحْدَانِيَّـةْ - مُنَـزَّهًـا أَوْصَـافُـهُ  سَـنِـيَّـةْ
“Sifat wajib (bagi Allah) qiyamuhu bin-nafsi dan wahdaniyah seraya disucikan dzat-Nya serta sifat-sifat-Nya itu mulia/suci”

*5. Tuhfatul Murid Syarah Jauharatut Tauhid h. 70 tentang makna wahdaniyah.*
والمراد منها هنا وحدة الذات والصفات، بمعنى عدم النظير فيهما ؛ أما وحدة الذات بمعنى عدم التركيب من أجزاء، فسبقت في المخالفة للحوادث 
“Murad dari sifat wahdaniyah di bab ini adalah wahdah (esa) dzat dan wahdah beberapa sifat Allah dengan makna tidak ada dzat dan sifat lain yang menyamai dalam dzat dan sifat Allah. Adapun wahdah dzat Allah dengan makna tidak ada tarkib (susunan) dari beberapa juz (bagian) telah lewat penjelasannya dalam sifat wajib mukhalafah lil hawadits” 
ووحدة الصفات بمعنى عدم تعددها  من جنس واحد كقدرتين فأكثر وعلمين فأكثر وهكذا فستأتي في قوله ووحدة أوجب لها 
“Wahdah sifat-sifat Allah dengan makna tidak ada berbilang sifat-sifat-Nya dari satu jenis sifat seperti dua sifat qudroh atau lebih, dua sifat ilmu atau lebih dan seterusnya”
ووحدة الأفعال بمعنى أنه لا تأثير لغيره في فعل من الأفعال، فستأتي أيضًا في قوله : فخالق العبده وما عمل
“Wahdah af’al (beberapa pekerjaan) Allah dengan makna bahwasanya tidak ada pengaruh sama sekali bagi selain Allah dalam suatu pekerjaan dari beberapa pekerjaan Allah”

*6. Tuhfatul Murid Syarah Jauharatut Tauhid h. 71 tentang dalil wahdaniyah.*
دليل الوحدانية بالمعنى المراد هنا وهو وحدة الذات والصفات بمعنى عدم النظير فيهما : أنه لو تعدد الإله كأن يكون هناك إلهان لما وجد شيء من العالم، لكن عدم وجود شيء العالم باطل لأنه موجود بالمشاهدة ، فما أدى إليه وهو التعدد باطل، وإذا بطل التعدد ثبتت الوحدانية وهو المطلوب،
“Dalil sifat wahdaniyah dengan makna murod di sini, yaitu wahdah dzat dan wahdah sifat-sifat dengan makna tidak ada nadhir (dzat atau sifat yang menyamai) dalam keduanya adalah bahwasanya seandainya tuhan itu ta’addud (berbilang/lebih dari satu) semisal di langit dan bumi ada dua tuhan, tentu tidak wujud sesuatu apapun di alam semesta ini, tapi ketidak wujudan sesuatu apapun di alam semesta itu batil karena sesuatu di alam semesta ini benar-benar wujud secara tampak nyata (musyahadah). Oleh karena itu suatu sifat yang mendatangkan pada ketidak wujudan sesuatu di alam semesta yaitu sifat ta’addud (berbilang) adalah batil. Jika sifat ta’addud telah batil, maka pasti bersifat tetap sifat wahdaniyah Allah. Hal ini adalah keyakinan yang dicari”

Komentar

Postingan Populer