TIDAK BOLEH MENUNDA TALQIN MASUK ISLAM PADA ORANG KAFIR ATAU MURTAD

*TIDAK BOLEH MENUNDA TALQIN MASUK ISLAM PADA ORANG KAFIR ATAU MURTAD*

*1. Hukum mandi bagi orang kafir diperinci*
a. Bila di masa kufur orang kafir tidak janabah, wanita kafiroh tidak haidl, nifas atau wiladah, maka sunnah mandi setelah masuk Islam. 
b. Bila di masa kufur orang kafir janabah, wanita kafiroh haidl, nifas atau wiladah, maka terdapat  khilaf ulama’:
1) Pendapat ashoh (mu’tamad) wajib mandi. Karenanya berkumpul 2 mandi, yaitu: mandi wajib dan mandi sunnah dan 2 mandi ini bisa berhasil sekaligus bila berniat mandi keduanya.
2) Pendapat dloif (lemah): mandi menjadi gugur bila masuk Islam, berdasarkan keumuman Firman Allah: 
قُلْ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا إِنْ يَنْتَهُوْا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ [الأنفال:38]
*2. Waktu mandi* setelah orang kafir masuk Islam supaya sah niat mandinya. 
3. Penyebab gugur sunnah mandi adalah terpisah waktu yang panjang atau berpaling dari mandi.
*4. Azaz masuk islam* tidak membedakan mandi orang kafir yang masuk Islam:
*a. Azaz istiqlal (independent)* : keislaman orang kafir dewasa secara tersendiri (tidak mengikuti salah satu orang tuanya).  Wajib atau sunnah mandi.
*b. Azaz taba’iyah (mengikuti)* : keislaman anak kecil yang mengikuti salah satu orang tuanya atau orang muslim yang menawannya. Maka Wali atau penawan yang muslim:
1) Menyuruh mandi  pada anak kecil bila sudah tamyiz.
2) Memandikan pada anak bila belum tamyiz.
5. Sunnah cukur rambut kepala bagi orang kafir walaupun wanita ketika masuk islam. Adapun waktu cukur adalah:
a. Sebelum mandi: bila tidak berhadats besar dalam masa kufur.
b. Setelah mandi: bila berhadats besar dalam masa kufur.
6. Tidak sunnah mencukur jenggot dan alis orang kafir kafir. 
*7. Hukum menunda talqin (mengajari) masuk Islam.*
Orang muslim tidak boleh menunda talqin dua kalimah syahadat dengan menyuruh mandi dulu pada orang kafir yang akan masuk Islam kecuali sebab udzur semisal muslim itu sedang melakukan sholat fardlu. Apabila muslim tersebut menunda talqin dengan menyuruh mandi dulu maka:
a. Orang Islam tersebut murtad (kufur): bila mengerti keharaman menunda talqin masuk Islam dengan menyuruh mandi lebih dahulu, karena ridlo dengan ketetapan kufur orang kafir di masa mandi yang sebentar ini.
*الرِّضَا بِالْكُفْرِ كُفْرٌ*
b. Orang Islam tersebut tidak murtad (tidak kufur): bila tidak jelas baginya atau tidak mengerti keharaman menunda talqin syahadat tersebut. (Referensi: Kitab Hasyiyah Al-Bujairami dan Al-Bajuri juz 1 hal. 80)
حاشية البجيرمي على الخطيب - (ج 2 / ص 366) تَنْبِيهٌ : قَدْ عُلِمَ مِنْ كَلَامِهِ أَنَّ وَقْتَ الْغُسْلِ بَعْدَ إسْلَامِهِ لِتَصِحَّ النِّيَّةُ ، وَلِأَنَّهُ لَا سَبِيلَ إلَى تَأْخِيرِ الْإِسْلَامِ بَعْدَهُ بَلْ الْمُصَرَّحُ بِهِ فِي كَلَامِهِمْ تَكْفِيرُ مَنْ قَالَ لِكَافِرٍ جَاءَهُ لِيُسْلِمَ : اذْهَبْ فَاغْتَسِلْ ثُمَّ أَسْلِمْ لِرِضَاهُ بِبَقَائِهِ عَلَى الْكُفْرِ تِلْكَ اللَّحْظَةَ . الشَّرْحُ قَوْلُهُ : ( قَدْ عُلِمَ ) أَيْ مِنْ قَوْلِهِ : وَالْكَافِرُ إذَا أَسْلَمَ .قَوْلُهُ : ( تَكْفِيرُ مَنْ قَالَ إلَخْ ) هَذَا فِي حَقِّ مَنْ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ ، أَمَّا هُوَ فَلَا .

Komentar

Postingan Populer