SHOLAT GERHANA DALAM KONDISI MENDUNG

*SHOLAT GERHANA DALAM KONDISI MENDUNG*

*1. Sunnah sholat gerhana jika matahari atau bulan sudah mengalami gerhana sebelum tertutup mendung, kemudian tertutup oleh mendung dan masih dalam kondisi gerhana.*
الأم - الامام الشافعي ج 1 (ج 1 / ص 279): وإن انكسفت فجللها سحاب أو غبار أو حائل ما كان فظنوا أنها تجلت صلوا صلاة الكسوف إذا علموا أنها قد كسفت فهى على الكسوف حتى يستيقنوا بتجليها
 “Jika matahari atau bulan telah terjadi gerhana, kemudian tertutup oleh mendung, debu atau penghalang apa saja, kemudian kaum muslimin menduga kuat bahwa matahari atau bulan telah kembali terang, maka mereka sunnah sholat gerhana apabila telah mengetahui bahwa matahari atau bulan benar-benar telah terjadi gerhana, maka matahari atau bulan itu tetap dalam kodisi gerhana sehingga mereka meyakini dengan kembali terang matahari atau bulan itu”
المجموع - محيى الدين النووي  (ج 5 / ص 53): وإن جللها غمامة وهى كاسفة صلي لأن الأصل بقاء الكسوف.  
“Apabila matahari atau bulan (yang sudah terjadi gerhana secara nyata) ditutupi mendung dalam kondisi matahari/bulan masih mengalami gerhana, maka seorang muslim tetap sunnah sholat gerhana karena hukum asalnya adalah tetap terjadi gerhana”

*2. Sunnah sholat gerhana jika matahari atau bulan yang sudah mengalami gerhana tertutup oleh mendung dan ragu-ragu dalam segi kembali terang matahari atau bulan itu.*
المجموع ، محيى الدين النووي - (ج 5 / ص 54):  ولو حال دونها سحاب وشك في الإنجلاء صلى لأن الأصل بقاء الكسوف.
“Apabila mendung menghalangi arah matahari atau bulan yang telah terjadi gerhana dan seorang muslim ragu-ragu dalam segi kembali terang matahari atau bulan, maka ia tetap sunnah sholat gerhana karena hukum asalnya adalah tetap terjadi gerhana”

*3. Tidak sunnah sholat gerhana jika matahari atau bulan yang masih terang benderang (belum mengalami gerhana) tertutup oleh mendung dan ragu-ragu dalam segi terjadi gerhana.*
المجموع - (ج 5 / ص 54):  ولو كانت الشمس تحت غمام وشك هل كسفت لم يصل بلا خلاف لأن الاصل عدم الكسوف. 
“Apabila matahari itu di bawah mendung dan seorang muslim ragu-ragu apakah telah terjadi gerhana, maka ia tidak sunnah sholat gerhana tanpa khilaf ulama’ karena hukum asalmya tidak ada gerhana”
روضة الطالبين وعمدة المفتين للنووي - (ج 1 / ص 175): ولو كانت الشمس تحت غمام فظن الكسوف لم يصل حتى يستيقن.
“Jika matahari di bawah mendung, kemudian seorang muslim menduga kuat terjadi gerhana, maka ia tidak sunnah sholat gerhana sehingga ia meyakini terjadi gerhana”

*4. Dalam sholat gerhana tidak boleh berpedoman dengan pendapat ahli nujum.*
المجموع - (ج 5 / ص 54): قال الدارمي وغيره: ولا يعمل في الكسوف بقول المنجمين.
“Syaikh ad-Darimi dan lainnya berpendapat: Tidak boleh mengamalkan dalam sholat gerhana dengan pendapat ahli nujum/astrolog”
حاشية الجمل - (ج 6 / ص 291): (قَوْلُهُ يَقِينًا ) فِيهِ إشَارَةٌ إلَى أَنَّهُ لَا يُعْمَلُ بِقَوْلِ الْمُنَجِّمِينَ لِأَنَّهُ تَخْمِينٌ فَلَا يُعْمَلُ بِهِ فِي مِثْلِ هَذِهِ الصَّلَاةِ ا هـ شَوْبَرِيٌّ
“Tidak boleh mengamalkan dalam sholat gerhana dengan pendapat munajjimin (para ahli nujum) karena pendapat mereka itu takhmin (tebakan/prediksi), maka tidak boleh diamalkan dalam semisal sholat ini”

Komentar

Postingan Populer