*WAJIB HIJRAH UNTUK MENCARI ILMU SYAR’I YANG MENJADIKAN SAH IBADAH DAN MU’AMALAH*
*WAJIB HIJRAH UNTUK MENCARI ILMU SYAR’I YANG MENJADIKAN SAH IBADAH DAN MU’AMALAH*
العهود المحمدية - القطب الشعراني:
(أخذ علينا العهد العام من رسول الله صلى الله عليه و سلم ) إذا لم نجد أحدا نتعلم منه العلم الشرعي في بلدنا أن نسافر إلى بلد فيها العلم وهي هجرة واجبة علينا إذا لأن ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب ، وهذا العهد قد أخل به كثير من الخلق وماتوا على جهلهم مع أن العلماء في بلدهم وربما كانوا جيرانا لهم .
“Mengikat pada kita perjanjian umum dari Rasulullah saw. Apabila kita tidak menjumpai seorang guru agama yang mana kita belajar darinya ilmu syar’i di negara kita, kita bepergian (safar/rihlah) ke suatu negara yang terdapat ilmu syar’i. Ini adalah hijrah yang wajib atas kita ketika demikian karena suatu hal yang mana perkara wajib tidak sempurna keculai dengan hal tersebut, maka hal tersebut wajib. Perjanjian ini benar-benar telah dirusakkan oleh banyak makhluk dan mereka mati dalam kondisi kebodohannya, padahal ulama’ bedara di negara mereka dan terkadang ulama’ itu tetangga mereka”
وقد قال العلماء : من صلى جاهلا بكيفية الوضوء والصلاة يعني أو غيرهما لم تصح عبادته وإن وافق الصحة فيها ويؤيده الحديث الصحيح مرفوعا : كل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد
“Ulama’ berkata: Barang siapa shalat dalam kondisi bodoh dengan tatacara wudlu’ dan shalat atau ibadah lainnya, maka ibadahnya tidak sah walaupun sesuai dengan syarat sah. Menguatkan pada perdapat ini hadits shahih marfu’ yang artinya: Setiap amal yang tidak sesuai dengan ajaran kita, maka amal itu ditolak”
فمن صلى ونكح وباع وصام وحج على حسب ما يرى الناس يفعلون فقط فعبادته فاسدة
“Barang siapa shalat, menikah, berbisnis (mu’amalah), berpuasa dan berhaji (berumroh) secara mengikuti tata cara para manusia yang melakukannya saja, maka ibadahnya itu rusak.
وتأمل من كان عنده شك لما يسأله منكر ونكير عن دينه وعن نبيه صلى الله عليه و سلم فيقول : لا أدري سمعت الناس يقولون شيئا فقلته كيف يضربانه بمرزبة لو ضرب بها جبل لهدم كما ورد
“Pasti berenung seseorang yang memiliki keraguan atas pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir tentang agamanya dan Nabinya saw. Kemudian ia menjawab: Aku tidak mengerti. Aku mendengarkan para manusia mengatakan sesuatu, kemudian aku ikut-ikutan mengatakan sesuatu itu. Bagaimana dua malaikat itu memukulnya dengan tongkat besi yang seandainya gunung dipukul dengan tongkat itu, maka gunung tersebut pasti runtuh sebagaimana keterangan dalam hadits.
تعرف أن الشارع فرض عليك معرفة مراتب العبادات وأنه لا يكفيك أن تتبع الناس على فعلهم من غير معرفة . { والله يهدي من يشاء إلى صراط مستقيم )
“Ketahuilah bahwa asy-Syari’ (nabi Muhammad yang membuat syariah) mewajibkan padamu ma’rifat (mengetahui) beberapa tingkatan ibadah dan sungguh tidak mencukupi pada kamu ikut-ikutanmu pada para manusia atas perbuatan mereka dengan tanpa ma’rifat (pengetahuan ilmu syar’i). Allah maha memberikan hidayah seseorang yang Dia kehendaki pada shirath mustaqim”
Komentar
Posting Komentar