*SHOLAT TARAWIH SECARA KILAT ADALAH REKAYASA SETAN*
*SHOLAT TARAWIH SECARA KILAT ADALAH REKAYASA SETAN*
حاشية إعانة الطالبين - (ج 1 / ص 306): قال قطب الارشاد سيدنا عبد الله بن علوي الحداد في النصائح: وليحذر من التخفيف المفرط الذي يعتاده كثير من الجهلة في صلاتهم للتراويح، حتى ربما يقعون بسببه في الاخلال بشئ من الواجبات مثل ترك الطمأنينة في الركوع والسجود، وترك قراءة الفاتحة على الوجه الذي لا بد منه بسبب العجلة، فيصير أحدهم عند الله لا هو صلى ففاز بالثواب ولا هو ترك فاعترف بالتقصير وسلم من الاعجاب.
“Syaikh Quthbul Irsyad Sayyiduna Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad berkata dalam kitab an-Nashaih ad- Diniyyah:
Mushalli yang shalat Tarawih hendaklah takut dari mempercepat yang sangat yang ditradisikan oleh banyak jahalah (orang-orang bodoh) dalam shalat mereka dalam Tarawih, sehingga terkadang mereka terjerumus sebab kecepatannya itu dalam merusakkan sebagian dari beberapa perkara wajib semisal meninggalkan tumakninah dalam ruku’ dan sujud dan meninggalkan membaca al-Fatihah sesuai tata cara yang wajib sebab tergesa-gesa. Kemudian salah satu mereka di sisi Allah tidak dianggap orang yang shalat, kemudian meraih pahala dan ia tidak tergolong meninggalkan shalat, kemudian mengakui kecerobohannya dan selamat dari i’jab (mengagumkan diri sendiri)”
وهذه وما أشبهها من أعظم مكايد الشيطان لاهل الايمان، يبطل عمل العامل منهم عمله مع فعله للعمل، فاحذروا من ذلك وتنبهوا له معاشر الاخوان.
“Sifat ibadah ini dan sifat lain yang menyerupainya adalah sebagaian dari paling agung rekayasa setan pada ahli iman seraya setan itu membatalkan amal orang yang beramal ibadah dari mereka yang ia melakukannya bersamaan ia menajalankannya. Oleh karena itu takutlah dari hal tersebut dan ingatlah padanya wahai para suadara (dalam agama Allah)”
وإذا صليتم التروايح وغيرها من الصلوات فأتموا القيام والقراءة والركوع والسجود والخشوع والحضور وسائر الاركان والآداب،
“Apabila kamu semua menjalankan shalat Tarawih dan shalat lainnya, maka sempurnakanlah rukun berdiri, membaca al-Fatihah, ruku’, sujud, khusyu’, khudlur hati dan rukun-rukun dan adab-adab yang lain”
ولا تجعلوا للشيطان عليكم سلطانا فإنه ليس له سلطان على الذين آمنوا وعلى ربهم يتوكلون فكونوا منهم، إنما سلطانه على الذين يتولونه والذين هم به مشركون فلا تكونوا منهم. اه.
“Janganlah kamu menjadikan setan penguasa atas diri kalian. Sungguh setan itu tidak memiliki kekuasaan pada orang-orang yang beriman secara sempurna dan bertawakkal pada Tuhan mereka, maka jadilah sebagian dari golongan mereka. Bahwasanya kekuasaan setan itu pada orang-orang yang menyayangi setan dan orang-orang yang menyekutukan pada setan, maka janganlah kalian menjadi sebagian dari mereka”
Singosari, 6 April 2022
Abdul Qohhar bin Hasan Rahmat bin Ibrahim
Komentar
Posting Komentar