*SARUNG DAN PAKAIAN SUTRA YANG KADARNYA LEBIH 50 % HARAM BAGI LAKI-LAKI*
*SARUNG DAN PAKAIAN SUTRA YANG KADARNYA LEBIH 50 % HARAM BAGI LAKI-LAKI*
الاقناع في حل ألفاظ أبي شجاع 1 / 316:وإذا كان بعض الثوب إبريسيما وهو بكسر الهمزة وبفتح الراء وفتحهما وكسر الراء ثلاث لغات الحرير وبعضه قطنا أو كتانا جاز لبسه ما لم يكن الإبريسم غالبا فإنه يحرم تغليبا للأكثر بخلاف ما أكثره من غيره والمستوى منهما لأن كلا منهما لا يسمى ثوب حرير والأصل الحل وتغليبا للأكثر في الأولى وللولي إلباس ما ذكر من الحرير
“Apabila sebagian komposisi pakaian itu sutra dan sebagiannya kapas atau katun, maka boleh memakainya (bagi laki-laki) selama sutra tidak dominan karena pakaian yang kadar sutranya dominan (lebih banyak/ lebih 50 %) itu haram karena memenangkan ada hukum bahan sutra yang lebih banyak. Lain halnya pakaian yang komposisi paling banyak adalah selain sutra (lebih 50 %) dan pakaian yang komposisinya yang sama dari bahan sutra (50 %) dan bahan lainnya (50 %) karena masing-masing dari kedua pakaian ini tidak dinamakan pakaian sutra, sedangkan hukum asalnya adalah halal dan memenangkan pada bahan yang lebib banyak dalam kasus pakaian yang pertama (bahan selain sutra lebih banyak)”
حاشيتا قليوبي - وعميرة - : ( وَيَحْرُمُ الْمُرَكَّبُ مِنْ إبْرَيْسَمٍ ) أَيْ حَرِيرٍ ( وَغَيْرِهِ إنْ زَادَ وَزْنُ الْإِبْرَيْسَمِ وَيَحِلُّ عَكْسُهُ ) تَغْلِيبًا لِلْأَكْثَرِ فِيهِمَا . ( وَكَذَا ) يَحِلُّ ( إنْ اسْتَوَيَا ) وَزْنًا ( فِي الْأَصَحِّ ) وَالثَّانِي يَغْلِبُ الْحَرَامُ
“Haram (bagi laki-laki) pakaian yang tersusun dari sutra dan bahan lainnya jika timbangan bahan sutranya lebih banyak (lebih 50 %) dan halal sebaliknya karena memenangkan bahan yang lebih banyak dalam keduanya. Demikian pula halal jika sama kadar sutra dan kadar lainnya secara timbangan menurut pendapat ashah. Pendapat kedua hukum haram unggul”
المجموع - محيى الدين النووي :اما حكم المسألة فيحرم علي الرجل استعمال الدبياج والحرير في اللبس والجلوس عليه والاستناد إليه والتغطي به واتخاذه سترا وسائر وجوه استعماله ولا خلاف في شئ من هذا الا وجها منكرا حكاه الرافعي أنه يجوز للرجال الجلوس عليه وهذا الوجه باطل وغلط صريح منابذ لهذا الحديث الصحيح هذا مذهبنا
Haram bagi laki-laki memakain kain tenun sutra dan pakaian sutra, baik digunakan sebagai baju, duduk di atasnya, bersandar dengan sutra, berselimut dengan sutra, menggunakannya untuk penutup muka dan seluruh penggunaan lainnya. Dan tidak ada perbedaan pendapat ulama’ dalam masalah ini, selain salah satu pendapat yang mungkur yang di ceritakan oleh ar-Rafi’i bahwa bagi laki-laki boleh dududk di atas sutra. Ini wajah batil dan salah yang membuang pada hadits shahih ini.
المهذب - لأبي إسحاق إبراهيم بن علي بن يوسف الشيرازي: فصل : ولا يجوز للرجل أن يصلي في ثوب حرير ولا على ثوب حرير لأنه يحرم عليه استعماله في غير الصلاة فلأن يحرم في الصلاة أولى فإن صلى فيه أو صلى عليه صحت صلاته لأن التحريم لا يختص بالصلاة ولا النهي يعود إليها فلم يمنع صحتها
“Tidak boleh bagi laki-laki shalat dengan menggunakan pakaian sutra, dan shalat di atas kain sutra karena baginya haram memakai kain sutra di luar shalat, maka memakainya di dalam shalat lebih haram lagi. Namun begitu, jika dia shalat memakai pakaian sutra, atau shalat di atas kain sutra, maka shalatnya dihukumi sah karena haramnya itu tidak dikususkan dengan shalat dan tidaklah larangan itu kembali pada shalat, maka pakaian sutra tidak menghalangi sah shalat”
Komentar
Posting Komentar