*PILIHAN MENJADI GURU, MURID, MUSTAMI; ATAU MUHIB*
*PILIHAN MENJADI GURU, MURID, MUSTAMI; ATAU MUHIB*
قَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : اُغْدُ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنْ الْخَامِسَ فَتَهْلِكَ.
“Jadilah orang alim (mu’allim/guru ilmu syar’i), muta’allim (murid yang menuntut ilmu syar’i), mustami’ (pendengar ilmu syar’i) atau muhib (orang yang menyintai salah satu dari tiga orang tersebut) dan jangan menjadi orang kelima (orang yang membenci ilmu dan ahli ilmu syar’i), maka akibatnya kamu akan rusak”
1. ‘Alim (mu’allim) adalah guru ilmu syar’i yang semangat dalam nasyrul ilmu dan memberikan manfaat orang lain dengan ilmu syar’i.
2. Muta’allim (murid) adalah orang yang belajar ilmu syar’i walaupun memerlukan rihlah (bepergian) pada guru, walaupun tempatnya jauh secara hukum wajib untuk belajar ilmu yang wajib dan berhukum sunnah untuk ilmu yang sunnah. Nabi Musa a.s melakukan rihlah pada nabi Khadlir untuk mendapatkan tambahan ilmu yang tidak wajib.
وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا سَأُرِيكُمْ دَارَ الْفَاسِقِينَ [ الأعراف: 145 ]
Dan telah Kami (Allah) tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu (urusan agama) sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), “Maka pegangilah lauh-lauh itu dengan sungguh-sungguh dan suruhlah kaummu berpegang dengan sebaik-baiknya, Aku (Allah) akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik (Fir’aun dan kaumnya di negeri Mesir untuk i’tibar/mengambil pelajaran dengan mereka”
3. Mustami’ adalah pendengar ilmu syar’i.
4. Muhib adalah orang yang meyintai pada orang alim. Muta’allim atau mustami’.
5. Al-Khamis adalah orang kelima yang bersifat membenci ilmu syar’i dan ahli ilmu. Dia ini orang yang rusak.
Komentar
Posting Komentar