*FIDYAH ATAU KAFAROT SHUGHRO* *BAGIAN 4*

*FIDYAH ATAU KAFAROT SHUGHRO*

*BAGIAN 4*

*KETENTUAN FIDYAH (KAFAROT SUGHRO, DENDA KECIL ATAU MUD)*

1. Ukuran 1 mud sama dengan  679,79 gram untuk beras putih versi kitab Fathul Qodir atau 0,688 liter.
2. Mud berupa makanan pokok  yang umum di suatu negara dalam segi jenis, macam dan sifatnya sama dengan zakat fitrah. Contoh beras putih untuk negara Indonesia.
3. Mud dihukumi wajib bila mempunyai  kelebihan dari makanan pokok diri sendiri dan keluarga mukaffir (pembayar kafarot) dan kelebihan dari kebutuhanya yang berupa rumah dan pembantu seperti dalam zakat fitrah. (al-Bajuri juz 1 hal. 301)
4. Fidyah wajib secara perlahan-lahan (tarokhi), tidak secara segera (faur). (Fathul Alam juz 4 hal. 80)
5. Status mud sebagai fidyah:
a. Mud itu asal yang tersendiri (aslun mustaqil), bukan pengganti puasa bagi  orang yang tidak mampu puasa, yaitu orang sakit yang tidak terdapat harapan sembuh dan orang lanjut usia. Bila tidak mampu membayar mud, maka hukumnya terdapat khilaf ulama’:
1) Pendapat Imam Ibnu Hajar mud gugur dan tidak menetap menjadi tanggungan. Bila setelah itu menjadi mampu, maka tidak wajib membayar mud seperti zakat fitrah.
2) Pendapat Imam ar-Ramli mud menjadi menetap dalam tanggungan, kapan-kapan menjadi mampu, maka wajib membayar mud. (Itsmidul Ainain) 
b. Mud sebagai pengganti puasa bagi selain orang tersebut.
6. Ta’jil mud (mendahulukan mud sebelum waktunya) :
a. Tidak boleh ta’jil mud sebelum Romadlon.
b. Tidak boleh ta’jil fidyah seuatu hari sebelum masuk malam hari itu.
c. Boleh ta’jil fidyah suatu hari setelah fajar tiap-tiap hari dan setelah terbenam matahari di malam tiap-tiap hari. (al-Bajuri juz 1 hal. 300)
7. Wajib niat bagi mukaffir (orang yang membayar kafarat)  ketika membayar mud, walaupun membayarkan mud dari mayit.  (Bughyah Mustarsyidin) 
8. Sasaran pembagian/mashraf fidyah: 
a. Ditasarufkan pada para fakir dan miskin, bukan golongan (ashnaf) yang lain.
b. Tidak wajib meratakan orang fakir dan miskin, boleh membagikan beberapa mud pada 1 orang.
c. Tidak boleh membagikan 1 mud pada 2 orang.
d. Tidak boleh diberikan pada keluarga sendiri yang wajib dinafkahi seperti halnya zakat dan kafarot yang lain kecuali kafarot dibayarkan oleh orang lain.
9. Fidyah itu harus  bersifat tamlik (memberikan hak milik) berupa bahan makanan pokok yang mentah, maka tidak boleh diberikan berupa makanan jadi (sudah dimasak).
10. Kelipatan fidyah terdapat khilaf ulama’
a. Pendapat ashoh: fidyah berlipat ganda sebab kelipatan tahun bila mempunyai kesempatan qodlo’ dalam tiap-tiap tahunnya dan tidak mengqodlo’. Tidak wajib fidyah untuk tahun yang tidak mampu mengqodlo’.
b. Pendapat dloif: fidyah tidak berlipat ganda sebab kelipatan tahun. Maka cukup 1 mud untuk penundaan beberapa tahun.
c. Jika telah membayar fidyah, kemudian mengakhirkan qodlo’, maka fidyah menjadi berlipat ganda tanpa khilaf ulama’. (Fathul Alam juz 4 hal. 84)
d. Orang lanjut usia dan sesamanya:  bila tidak berpuasa dan mengakhirkan membayar fidyah sampai datang Romadlon berikutnya, maka mud tidak berlipat ganda. (Al-Bujairami)

Komentar

Postingan Populer