HARTA HALAL DAN HARAM BERCAMPUR SERTA SOLUSI MENGEMBALIKAN HARTA HARAM

*HARTA HALAL DAN HARAM BERCAMPUR SERTA SOLUSI MENGEMBALIKAN HARTA HARAM*

Imam as-Suyuthi, al-Asybah wan Nadhoir h. 75:

الأشباه والنظائر : ص : ٧٥
وفي فتاوى ابن الصلاح : لو اختلط درهم حلال بدراهم حرام . ولم يتميز فطريقه : أن يعزل  قدر الحرام بنية القسمة . ويتصرف في الباقي ، والذي عزله إن علم صاحبه سلمه إليه ، وإلا تصدق به عنه ، وذكر مثله النووي وقال : اتفق أصحابنا ، ونصوص الشافعي على مثله فيما إذا غصب زيتا أو حنطة . وخلط بمثله ، قالوا : يدفع إليه من المختلط قدر حقه . ويحل الباقي للغاصب .

Dalam kitab fatawa Ibnu Sholah terdapat keterangan: Jika bercampur antara dirham (uang/harta) halal dengan dirham haram serta tidak bisa dibedakan, maka jalan keluarnya adalah dengan dipisah perkiraan ukuran dirham yang haram dengan niat membagikan/mengembalikan dan dirham sisanya boleh digunakan sendiri oleh pemilik. 

Sedangkan dirham yang dipisahkan jika diketahui pemiliknya, maka diserahkan padanya dan jika tidak diketahui pemiliknya maka disedekahkan pada fakir miskin atas nama pemiliknya, 

Hal yang serupa juga disebutkan oleh Imam Nawawi. Beliau berkata : Ashhab kita telah sepakat dan juga nash-nash Imam Syafi'i bahwa jika seseorang mengghosob minyak zaitun atau gandum dan mencampurnya dengan harta yang sama, mereka (ashab) berkata : Minyak Zaitun atau gandum diserahkan padanya (orang yang dighosob)  dari percampuran tersebut seukuran hak orang yang dighosob dan Zaitun/gandum sisanya halal bagi orang yang mengghosob.

Nb. Apabila harta haram dan halal yang bercampur itu bisa dibedakan, maka harta yang haram dikembalikan pada pemiliknya.

Malang, 6 Desember 2021
Abdul Qahhar bin Hasan Rahmat bin Ibrahim

Komentar

Postingan Populer