Bahtsul Masaail: Bolehkah pembacaan Tahlil atau surat Al-Qur’an untuk Jenazah yang belum dimandikan?

Deskripsi masalah :

Kematian merupakan suatu yang tidak dapat di hindari oleh siapapun dan, juga tidak bisa dihindari kapan terjadinya. Sering di kalangan Nahdliyin, bahwa ketika berta’ziyah sambil menunggu persiapan-persiapan mengurus jenazah, para Mua’azziyin melakukan ritual Tahlilan atau membacakan surat Yasiin untuk si mayit dalam kondisi si mayit belum di sucikan.

Pertanyaan  :

Bolehkah pembacaan Tahlil atau surat Al-Qur’an untuk Jenazah yang belum dimandikan?


Jawaban :

Boleh, bahkan tetap disunnahkan.

وَيُؤْخَذُ مِنَ الْعِلَّةِ أَنَّهُمْ لَوْ لَمْ يَشْتَغِلُوْا بِتَجْهِيْزِهِ كَأَنْ كَانَ الْوَقْتُ لَيْلًا سُنَّتْ الْقِرَاءَةُ عَلَيْهِ ا هـ . ع ش وَقَرَّرَهُ شَيْخُنَا ح ف . شرح م ر وَلَكَ أَنْ تَقُوْلَ لَا مَانِعَ مِنْ إعْمَالِ اللَّفْظِ فِيْ حَقِيْقَتِهِ وَمَجَازِهِ فَحَيْثُ قِيْلَ بِطَلَبِ الْقِرَاءَةِ عَلَى الْمَيِّتِ كَانَتْ يس أَفْضَلَ مِنْ غَيْرِهَا أَخْذًا بِظَاهِرِ هَذَا الْخَبَرِ وَكَانَ مَعْنَى لَا يُقْرَأُ عَلَى الْمَيِّتِ أَيْ قَبْلَ دَفْنِهِ إذِ الْمَطْلُوْبُ الْآنَ الِاشْتِغَالُ بِتَجْهِيْزِهِ.

Terjamah : Dengan alasan tersebut para ulama’ berpendapat bahwa jika keluarga mayit tidak disibukkan dengan merawat mayit seperti mayit meninggal pada waktu malam hari maka disunnahkan membacakan Qur’an pada mayit, dari hal ini maka membaca Surat Yasin itu sangat dianjurkan dibandingkan dengan Surat yang lain karena mengambil dari hadits tersebut dan yang dikehendaki dengan ketidak bolehan membaca Qur’an pada mayit adalah sebelum mayit dikuburkan, karena pada waktu itu yang di pentingkan adalah merawat mayit.


Hasil Keputusan Bahtsul masail LBM NU JOMBANGDi PP TARBIYATUNNASYIIN PACULGOWANG

Pada hari Ahad Tanggal 2 Desember 2012

Komentar

Postingan Populer