ZAKAT FITRAH DENGAN JAGUNG
ZAKAT FITRAH DENGAN JAGUNG
1. Zakat fitrah dengan jagung adalah boleh dengan butir jagungnya, juga boleh dengan berasnya.
2. Ukurannya satu sha’ Nabawi, menurut kitab Fathu al-Qadir, karangan K.M Ma’sum bin Ali adalah 2719,19 gram = 2 kg 7 on + 19,19 gram.
3. Fatchu al-Wahhab, Juz I, HLm. 107:
( ﻭَ ) ﻳُﻌْﺘَﺒَﺮُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺫُﻛِﺮَ ( ﺍﻟْﺤَﺐُّ ) ﺣَﺎﻟَﺔَ ﻛَﻮْﻧِﻪِ ( ﻣُﺼَﻔًّﻰ ) ﻣِﻦْ ﺗِﺒْﻨِﻪِ ﺑِﺨِﻼَﻑِ ﻣَﺎ ﻳُﺆْﻛَﻞُ ﻗِﺸْﺮُﻩُ ﻣَﻌَﻪُ ﻛَﺬُﺭَﺓٍ ﻓَﻴَﺪْﺧُﻞُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤِﺴَﺎﺏِ، ﻭَﺇِﻥْ ﺃُﺯِﻳْﻞَ ﺗَﻨَﻌُّﻤًﺎ ﻛَﻤَﺎ ﻳُﻘْﺸَﺮُ ﺍﻟْﺒُﺮُّ ﺍﻫـ
"Disyaratkan dalam hal yang telah di sebutkan di atas, biji tersebut keadaannya
harus bersih dari jeraminya. Berbeda dengan biji yang dimakan beserta dengan kulitnya seperti jagung, maka termasuk dalam hitungan meskipun dihilangkan kulitnya agar lebih enak dan ditumbuk seperti gandum yang dihilangkan kulitnya"
4. I'anatu al-Thalibin, Juz II, Hlm. 160-161:
ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺆْﻛَﻞُ ﻣَﻌَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻐَﺎﻟِﺐِ ﻛَﺬَﺭَّﺓٍ ﻓَﻼَ ﻳُﻌْﺘَﺒَﺮُ ﺗَﻨْﻘِﻴَﺘُﻪُ ﻣِﻨْﻪُ ﻓَﻴَﺪْﺧُﻞُ ﻗِﺸْﺮُﻩُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤِﺴَﺎﺏِ ﻭَﺃَﻣَّﺎ
ﻏَﻴْﺮُ ﺍﻟْﻘُﻮْﺕِ ﻓَﻴُﻌْﺘَﺒَﺮُ ﺑُﻠُﻮْﻏُﻪُ ﺧَﻤْﺴَﺔَ ﺃَﻭْﺳُﻖٍ ﺣَﺎﻝَ ﻛَﻮْﻧِﻪِ ﺗَﻤْﺮًﺍ ﺇِﻥْ ﺗَﺘَﻤَّﺮَ ﺍﻟﺮَّﻃْﺐُ ﺃَﻭْ ﺣَﺎﻝَ ﻛَﻮْﻧِﻪِ ﺯَﺑِﻴْﺒًﺎ
ﺇِﻥْ ﺗَﺰَﺑَّﺐَ ﺍﻟْﻌِﻨَﺐُ، ﻭَﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﺘَﺘَﻤَّﺮِ ﺍْﻻَﻭَّﻝُ ﺃَﻭْ ﻟَﻢْ ﻳَﺘَﺰَﺑَّﺐِ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻲ : ﻓَﻴُﻌْﺘَﺒَﺮُ ﺫَﻟِﻚَ ﺣَﺎﻝَ ﻛَﻮْﻧِﻪِ ﺭَﻃْﺒًﺎ ﺃَﻭْ ﻋِﻨَﺒًﺎ، ﻭَﺗُﺨْﺮَﺝُ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓُ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺎﻝِ . ( ﻗَﻮْﻟُﻪُ : ﻭَﺍﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍْﻻَﺭُﺯَّ ) ﻭَﻣِﺜْﻠُﻪُ ﺍﻟْﻌَﻠَﺲُ ﺑِﻔَﺘْﺤَﺘَﻴْﻦِ، ﻭَﻫُﻮَ ﻧَﻮْﻉٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤِﻨْﻄَﺔِ . ﻗَﺎﻝَ ﻓﻲِ ﺍﻟﺘُّﺤْﻔَﺔِ : ﻭَﻫُﻮَ ﻗُﻮْﺕُ ﻧَﺤْﻮِ ﺃَﻫْﻞِ ﺻَﻨْﻌَﺎﺀَ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﻛَﻤَﺎﻡٍ ﺣَﺒَّﺘَﺎﻥِ ﻭَﺃَﻛْﺜَﺮَ .
"Jika kulitnya ikut dimakan seperti jagung, maka tidak diharuskan bersih dari kulitnya. Kulit biji tersebut masuk dalam hitungan. Adapun selain makanan pokok harus mencapai 5 wasaq ketika telah menjadi kurma kering untuk ruthob atau anggur kering untuk anggur basah. Jika belum menjadi kurma kering atau anggur kering maka digambarkan pada saat masih berupa ruthob atau anggur basah dan zakatnya dikeluarkan seketika itu. Ketahuilah bahwa padi dan yang sejenisnya seperti gandum ‘asal, selah satu jenis gandum. Mushonif berkata dalam kitab at-Tuhfah, gandum ‘asal adalah makanan pokok dari penduduk Shon’a. Pada setiap kelopaknya terdapat dua biji atau lebih".
5. Bafadlal, Juz II, Hlm. 100:
ﻭَﺍﻟْﻮَﺍﺟِﺐُ ﻋَﻦْ ﻛُﻞِّ ﺭَﺃْﺱٍ ﺻَﺎﻉٌ ﻭَﻫُﻮَ ﻗَﺪْ ﺣَﺎﻥَ ﺑِﺎﻟْﻤِﺼْﺮِ ﺍْﻻُﺳْﺒُﻌِﻰ ﻣُﺪٌّ ﺗَﻘْﺮِﻳْﺒًﺎ . ﻫَﺬَﺍ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﻳُﻜَﺎﻝُ . ﺍَﻣَّﺎ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳُﻜَﺎﻝُ ﺍَﺻْﻼً ﻛَﺎْﻻَﻗِﻂِّ ﻭَﺍﻟْﺠُﺒْﻦِ ﻓَﺨِﻴَﺎﺭُﻩُ ﻟِﻠْﻮَﺯْﻥِ . ( ﻗَﻮْﻟُﻪُ ﻫَﺬَﺍ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍَﻥَّ ﺍﻟْﻌِﺒْﺮَﺓَ ﺑِﺎﻟْﻜَﻴْﻞِ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﻳُﻜَﺎﻝُ ﻭَﺍِﻥْ ﺯَﺍﺩَﺍ ﻭَﻧَﻘَﺺَ ﻓِﻰ ﺍْﻟﻮَﺯْﻥِ ﺍﻫـ )
"Wajib bagi setiap orang satu sho’ saat ini sekitar satu mud. Ini untuk Sesuatu yang bisa ditakar. Adapun untuk yang tidak bisa ditakar seperti keju, maka dengan cara ditimbang. (Qoul mushonif “ini” adalah gambaran untuk benda yang bisa ditakar meskipun dalam timbangannya bisa lebih atau kurang)"
Komentar
Posting Komentar