NON MUSLIM MEMBANGUN MASJID
NON MUSLIM MEMBANGUN MASJID
Yas'alunaka Fi ad Dini Wa al Hayah juz IV h. 11:
ﺍﻟﺴُّﺆَﺍﻝ : ﻣَﺎ ﺭَﺃْﻱُ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻓِﻰ ﺑِﻨَﺎﺀِ ﺍﻟﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ ﻣِﻦْ ﺗَﺒَﺮُّﻋَﺎﺕِ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤﻴْﻦَ ؟
ﺍﻟﺠَﻮﺍﺏُ : ﺟَﺎﺀَ ﻓِﻰ ﺑَﻌْﺾِ ﻛُﺘُﺐِ ﺍﻟﺘَّﻔْﺴِﻴْﺮِ ﺃﻧَّﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﺑَﻨَﻰ ﺑَﻌْﺾُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻣَﺴْﺠِﺪًﺍ , ﺍﻭ ﺑِﻨَﺎﺀِ ﻣَﺴْﺠِﺪٍ , ﻓَﻠِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﺃﻥْ ﻳَﻘْﺒَﻠُﻮﺍ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﻤَﺴْﺠِﺪَ , ﺍﻭ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﻤَﺎﻝَ , ﺑِﺸَﺮْﻁِ ﺃﻻَّ ﻳَﺘَﺮَﺗَّﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻟِﻚَ ﺿَﺮَﺭٌ ﺩﻳْﻨِﻲٌّ ﺍﻭ ﺳِﻴَﺎﺳِﻲٌ . ﻭَﻗَﺪْ ﺫَﻛَﺮَﺕْ ﻟَﺠْﻨَﺔُ ﺍﻟﻔَﺘْﻮَﻯ ﺑِﺎﻷَﺯْﻫَﺮِ ﺃﻥَّ ﻣَﺬْﻫَﺐَ ﺍﻟﺤَﻨَﺎﺑِﻠَﺔِ ﻭَﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻴَّﺔِ ﻭَﺍﻟﺤَﻨَﻔِﻴَّﺔِ ﻻَﻳَﺮَﻯ ﻣَﺎﻧِﻌًﺎ ﻣِﻦْ ﺻَﻼَﺓِ ﺍﻟﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻭَﻏَﻴْﺮِﻫَﺎ ﻣِﻦْ ﺳَﺂﺋِﺮِ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕِ ﻓِﻯﺎﻟﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻳَﺒْﻨِﻴْﻪِ ﻣَﺴِﺤِﻲٌّ .
ﻭَﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﻧَﻔْﻬَﻢُ ﺃﻧَّﻪُ ﻟَﻴْﺲَ ﻫُﻨَﺎﻙَ ﻣَﺎ ﻳَﻤْﻨَﻊُ ﻣِﻦْ ﻗَﺒُﻮﻝِ ﺗَﺒَﺮُّﻋَﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻟِﻺِﺳْﻬَﺎﻡِ ﻓِﻰ ﺑِﻨَﺎﺀِ ﺍﻟﻤَﺴْﺠِﺪِ , ﺑِﺸَﺮْﻁِ ﺃﻻَّ ﻳَﺘَﺮَﺗَّﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻟِﻚَ ﺗَﺪْﺧُﻞُ ﻣَﺎ ﻓِﻰ ﺷُﺌُﻮﻥِ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﺍﻭ ﻋِﺒَﺎﺩَﺗِﻬِﻢْ , ﻭَﻳَﺘَﺮَﺗَّﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﻟِﻚَ ﺿَﺮَﺭُ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ .
"Soal: Apa pandangan agama mengenai bangunan masjid dari bantuan sukarela dari orang-orang non muslim?"
"Jawab: Telah datang dalam sebagian kitab-kitab tafsir bahwa sesungguhnya apabila sebagian manusia bukan muslim membangun sebuah masjid bagi orang-orang muslim, atau menyerahkan harta untuk membangun masjid, maka hendaklah orang-orang muslim menerima masjid ini atau harta ini, dengan syarat hal tersebut tidak menimbulkan bahaya yang bersifat agama (dlarar diniyyi) atau politik (dlarar siyasiyyi).
Lajnah fatwa dari al Azhar telah menyebutkan bahwa madzhab Hanbali, Syafii dan Hanafi tidak melihat sesuatu yang mencegah untuk shalat Jum'ah atau shalat-shalat lainnya di masjid yang dibangun oleh orang Nasrani.
Dari hal tersebut kita dapat memahami bahwa dalam agama Islam tidak ada hal yang melarang untuk menerima bantuan sukarela dari orang-orang non muslim untuk memberi bagian dalam pembangunan masjid, dengan syarat hal tersebut tidak menimbulkan campur tangan dalam kepentingan-kepentingan orang-orang muslim atau campur tangan dalam peribadatan mereka, atau menimbulkan bahaya bagi orang-orang muslim (dlarar muslimin)"
Komentar
Posting Komentar