NAJIS MUGHALLADHAH

MENSUCIKAN NAJIS MUGHALLADHAH DENGAN DEBU TIDAK DENGAN SABUN
1. Sabun tidak dapat dijadikan pengganti debu untuk mensucikan najis mugholladzoh / diperberat sebab bersuci itu adalah termasuk ibadah murni (ibadah mahdlah) yang segala persoalan yang berkaitan dengannya adalah bersifat tawqifi (mengikuti petunjuk yang telah diberikan oleh Rasulullah saw).
2. al-Hawasyii Madaniyah juz 1 h. 166:
ﻓَﺼْﻞٌ ﻓِﻰ ﺇِﺯَﺍﻟَﺔِ ﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺳَﺔِ : ﺇﺫَﺍ ﺗَﻨَﺠَّﺲَ ﺷَﻲْﺀٌ ﺟَﺎﻣِﺪٌ ﻭَﻟَﻮ ﻧَﻔِﻴْﺴًﺎ ﻳُﻔْﺴِﺪُﻩُ ﺍﻟﺘُّﺮَﺍﺏُ ﺑِﻤُﻼَﻗَﺎﺓِ ﺷَﻲْﺀٍ ﻣِﻦْ ﻛَﻠْﺐٍ ﺍﻭ ﻓَﺮْﻋِﻪِ ﻭَﻟَﻮ ﻟِﻌَﺎﺑَﻪُ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺮُّﻃُﻮﺑَﺔِ ﻓِﻰ ﺍﺣَﺪِﻫِﻤَﺎ ﻏُﺴِﻞَ ﺳَﺒْﻌَﺎ ﻣَﻊَ ﻣَﺰْﺝِ ﺇﺣْﺪَﻫُﻦَّ ﺳَﻮَﺍﺀٌ ﺍﻷُﻭَﻟَﻰ ﻭَﺍﻷَﺧِﺮَﺓِ ﻭَﻏَﻴْﺮُﻫُﻤَﺎ ﺑِﺎﻟﺘُّﺮَﺍﺏِ ﺍﻟﻄَّﻬُﻮﺭِ . .. ﺇﻟَﻰ ﺃﻥْ ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﺧَﺮَﺝَ ﺑِﻪِ ﻧَﺤْﻮُ ﺻَﺒُﻮﻥٍ ﻭَﺳَﺤَﺎﻗَﺔُ ﺧَﺰَﻑٍ .
"Apabila sesuatu benda padat terkena najis – meskipun benda itu berharga- yang dapat rusak terkena debu, sebab bersentuhan dengan sesuatu dari anjing atau keturunannya, meskipun jilatannya terdapat basah pada salah satu dari keduanya, maka harus dibasuh tujuh kali beserta campuran – salah satu dari ketujuh basuhan, baik yang pertama atau terakhir atau lainnya- dengan debu yang mensucikan / turab thahur........ sampai pada ucapan mushonnif (pengarang): dan tidak termasuk debu adalah seumpama sabun dan pecahan genting (kereweng--Jawa) yang ditumbuk halus"

Komentar

Postingan Populer