MENUKAR TANAH WAKAF
TIDAK BOLEH MENUKAR TANAH WAKAF MENURUT MADZHAB IMAM SYAFI'I
1. I'aanatut Thaalibiin juz III h. 181:
ﻭَﻻَ ﻳَﻨْﻘُﺾُ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪُ ﺍَﻱِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻬَﺪِﻡُ ﺍﻟْﻤُﺘَﻘَﺪِّﻡُ ﺫِﻛْﺮُﻩُ ﻓِﻰ ﻗَﻮْﻟِﻪِ " ﻓَﻠَﻮِ ﺍﻧْﻬَﺪَﻡَ ﻣَﺴْﺠِﺪٌ " ، ﻭَﻣِﺜْﻞُ ﺍﻟْﻤُﻨْﻬَﺪِﻡِ ﺍَﻟْﻤُﺘَﻄِّﻞُ . ( ﻭَﺍﻟْﺤَﺎﺻِﻞُ ) ﺍَﻥَّ ﻫﺬَﺍ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪَ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﺍﻧْﻬَﺪَﻡَ ﺍَﻯْ ﺍَﻭْ ﺗَﻌَﻄَّﻞَ ﺑِﺘَﻌْﻄِﻴْﻞِ ﺍَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺒَﻠَﺪِ ﻟَﻪُ ﻛَﻤَﺎ ﻣَﺮَّ ﻻَ ﻳُﻨْﻘَﺾُ ﺍَﻯْ ﻻَ ﻳُﺒْﻄَﻞُ ﺑِﻨَﺎﺅُﻩُ ﺑِﺤَﻴْﺚُ ﻳُﺘَﻤَّﻢُ ﻫَﺪْﻣُﻪُ ﻓِﻰْ ﺻُﻮْﺭَﺓِ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻬَﺪِﻡِ ﺍَﻭْ ﻳُﻬْﺪَﻡُ ﻣِﻦْ ﺍَﺻْﻠِﻪِ ﻓِﻰ ﺻُﻮْﺭَﺓِ ﺍﻟْﻤُﺘَﻌَﻄَّﻞِ ؛ ﺑَﻞْ ﻳَﺒْﻘَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺎﻟِﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻻِﻧْﻬِﺪَﺍﻡِ ﺍَﻭْ ﺍﻟﺘَّﻌْﻄِﻴْﻞِ . ﻭَﺫﻟِﻚَ ﻹِﻣْﻜَﺎﻥِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻓِﻴْﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﺑِﻬﺬِﻩِ ﺍﻟْﺤَﺎﻟَﺔِ ﻭَﻹِﻣْﻜَﺎﻥِ ﻋَﻮْﺩِﻩِ ﻛَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ .
"Dan tidak boleh masjid dirusak. Artinya, masjid yang roboh yang telah disebutkan sebelumnya dalam ucapan mushannif "Maka andaikata ada sebuah masjid yang roboh". Masjid yang menganggur adalah seperti masjid yang roboh. Walhasil, sesungguhnya masjid yang telah roboh ini, artinya, atau telah menganggur sebab dianggurkan oleh penduduk desa tempat masjid tersebut berada sebagaimana keterangan yang telah lalu, maka masjid tersebut tidak boleh dirusak, artinya bangunannya tidak boleh dibatalkan dengan jalan disempurnakan penghancurannya dalam bentuk masjid yang roboh, atau dihancurkan mulai dari asalnya dalam bentuk masjid yang dianggurkan. Akan tetapi hukum masjid tersebut tetap dalam keadaannya sejak roboh atau menganggur. Yang demikian itu ialah karena masih mungkin melakukan shalat di masjid tersebut dalam keadaannya yang roboh ini dan masih mungkin mengembalikan bangunannya seperti sediakala"
2.As Syarqawi juz II h. 178:
ﻭَﻻَ ﻳَﺠُﻮْﺯُ ﺍﺳْﺘِﺒْﺪَﺍﻝُ ﺍﻟْﻤَﻮْﻗُﻮْﻑِ ﻋِﻨْﺪَﻧَﺎ ﻭَﺍِﻥْ ﺧَﺮَﺏَ ، ﺧِﻼَﻓًﺎ ﻟِﻠْﺤَﻨَﻔِﻴَّﺔِ . ﻭَﺻُﻮْﺭَﺗُﻪُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺍَﻥْ ﻳَﻜُﻮْﻥَ ﺍﻟْﻤَﺤَﻞُّ ﻗَﺪْ ﺁﻝَ ﺍِﻟَﻰ ﺍﻟﺴُّﻘُﻮْﻁِ ﻓَﻴُﺒْﺪَﻝُ ﺑِﻤَﺤَﻞٍّ ﺁﺧَﺮَ ﺍَﺣْﺴَﻦَ ﻣِﻨْﻪُ ﺑَﻌْﺪَ ﺣُﻜْﻢِ ﺣَﺎﻛِﻢٍ ﻳَﺮَﻯ ﺻِﺤَّﺘَﻪُ .
"Tidak boleh menukarkan barang wakaf menurut madzhab kami (Syafi'i), walaupun sudah rusak. Berbeda dengan madzhab Hanafiyyah yang membolehkannya. Contoh kebolehan menurut pendapat mereka adalah apabila tempat yang diwakafkan itu benar-benar hampir longsor, kemudian ditukarkan dengan tempat lain yang lebih baik dari padanya, sesudah ditetapkan oleh Hakim yang melihat kebenarannya".
MADZHAB SELAIN IMAM SYAFI'I TAPI WAQIF DI INDONESIA MAYORITAS BERMADZHAB SYAFI'I
1. Raddul Mukhtar juz III h. 512:
ﺍَﺭَﺍﺩَ ﺍَﻫْﻞُ ﺍﻟْﻤَﺤَﻠَّﺔِ ﻧَﻘْﺾَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﻭَﺑِﻨَﺎﺀَﻩُ ﺍَﺣْﻜَﻢَ ﻣِﻦَ ﺍﻻَﻭَّﻝِ ، ﺇِﻥِ ﺍﻟْﺒَﺎﻧِﻰ ﻣِﻦْ ﺍَﻫْﻞَ ﺍﻟْﻤَﺤَﻠَّﺔِ ﻟَﻬُﻢْ ﺫﻟِﻚَ ، ﻭﺇِﻻَّ ﻓَﻼَ .
"Penduduk suatu daerah ingin membongkar masjid dan membangunnya kembali dengan bangunan yang lebih kokoh dari yang pertama. Jika yang membangun kembali masjid tersebut adalah penduduk daerah tersebut, maka hukumnya boleh, dan jika tidak maka hukumnya tidak boleh".
2. Syarhul Kabir juz III h 420:
ﻓَﺎِﻥْ ﺗَﻌَﻄَّﻠَﺖْ ﻣَﻨَﺎﻓِﻌُﻪُ ﺑِﺎﻟْﻜُﻠِّﻴَّﺔِ ﻛَﺪَﺍﺭٍ ﺍِﻧْﻬَﺪَﻣَﺖْ ﺍَﻭْ ﺍَﺭْﺽٍ ﺧَﺮَﺑَﺖْ ﻭَﻋَﺎﺩَﺕْ ﻣَﻮَﺍﺗًﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﻤْﻜِﻦْ ﻋِﻤَﺎﺭَﺗُﻬَﺎ ﺍَﻭْ ﻣَﺴْﺠِﺪٍ ﺍِﻧْﺘَﻘَﻞَ ﺍَﻫْﻞُ ﺍﻟْﻘَﺮْﻳَﺔِ ﻋَﻨْﻪُ ﻭَﺻَﺎﺭَ ﻓِﻰ ﻣَﻮْﺿِﻊٍ ﻻَ ﻳُﺼَﻠَّﻰ ﻓِﻴْﻪِ ﺍَﻭْ ﺿَﺎﻕَ ﺑِﺎَﻫْﻠِﻪِ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﻤْﻜِﻦْ ﺗَﻮْﺳِﻴْﻌُﻪُ ﻓِﻰ ﻣَﻮْﺿِﻌِﻪِ ، ﻓَﺎِﻥْ ﺍَﻣْﻜَﻦَ ﺑَﻴْﻊُ ﺑَﻌْﻀِﻪِ ﻟِﻴُﻌَﻤَّﺮَ ﺑَﻘِﻴَّﺘُﻪُ ﺟَﺎﺯَ ﺑَﻴْﻊُ ﺍﻟْﺒَﻌْﺾِ ﻭَﺍِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳُﻤْﻜِﻦِ ﺍﻹِﻧْﺘِﻔَﺎﻉُ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻣِﻨْﻪُ ﺑِﻴْﻊَ ﺟَﻤِﻴْﻌُﻪُ .
"Jika manfaat dari wakaf tersebut secara keseluruhan sudah tidak ada, seperti rumah yang telah roboh atau tanah yang telah rusak dan kembali menjadi tanah yang mati yang tidak mungkin memakmurkannya lagi, atau masjid yang penduduk desa dari masjid tersebut telah pindah dan masjid tersebut menjadi masjid di tempat yang tidak dipergunakan untuk melakukan shalat, atau masjid tersebut sempit dan tidak dapat menampung para jama'ah dan tidak mungkin memperluasnya di tempat tersebut, ... jika mungkin menjual sebagiannya untuk memakmurkan sisanya, maka boleh menjual sebagian. Dan jika tidak mungkin memanfaatkannya sedikitpun, maka boleh menjual seluruhnya"
Komentar
Posting Komentar